Ketenagakerjaan Inklusif di Jawa Tengah



Jawa Tengah – SINERGI di tahun kedua ini masih merangkul Lembaga Kesejahteraan Sosial Berbasis Mahasiswa (LKS-BMh) dalam menyukseskan program Ketenagakerjaan Inklusif, yaitu program penguatan koordinasi pembangunan dengan melibatkan pihak pemuda, pemerintah daerah, dunia usaha (private sectors), dan organisasi masyarakat sipil (Civil Society Organizations) lainnya. Dalam rangka memperbaiki akses informasi, kesempatan, dan peluang kerja bagi kaum muda dari golongan ekonomi kurang mampu dan rentan guna mengatasi permasalahan pengangguran kaum muda dan kemiskinan, LKS-BMh diminta hadir memberi masukan untuk jangka pendek hingga empat tahun kedepan. (1/7)

“Tujuan kami mengundang LKS-BMh karena organisasi ini mempunyai basis masa yang aktif dan dikategorikan mampu mengajak pemuda se-Jawa Tengah memanfaatkan informasi dari SINERGI sebagai peluang kerja,” kata Roni, salah satu pengurus SINERGI.

Pelaksana proyek SINERGI (project implementer) yakni Rajawali Foundation (RF) dan Pusat Transformasi Kebijakan Publik Indonesia (TRANSFORMASI). RF & TRANSFORMASI memiliki pengalaman luas sebagai lembaga yang melakukan kajian kebijakan publik (policy studies) dan jaringan pemikir (networked think thank) bagi perumusan kebijakan publik yang lebih baik di Indonesia. RF dan TRANSFORMASI memiliki kapasitas dan profesionalitas untuk mengelola dana hibah dari USAID bagi keperluan penguatan koordinasi pembangunan ketenagakerjaan inklusif guna mendukung tugas fungsi POKSI. SINERGI akan dipimpin oleh Rajawali Foundation yang berkedudukan di Jakarta, dan TRANSFORMASI sebagai Tim Teknis yang mengimplementasikan kegiatan di lapangan yang berkedudukan di Semarang, Jawa Tengah.

USAID – Mitra Kunci adalah pelaksana proyek KUNCI yang ditunjuk oleh USAID untuk melaksanakan kegiatan di Provinsi Jawa Tengah dalam durasi proyek selama 5 tahun (2017-2022). Proyek KUNCI bertujuan untuk memperbaiki akses informasi, ketrampilan kerja, pelatihan kerja, dan peluang/ kesempatan kerja bagi kaum muda dari golongan ekonomi kurang mampu dan rentan. Proyek KUNCI bernilai $ 22.8 juta diharapkan dapat memberikan dampak terhadap upaya mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di 7 (tujuh) provinsi prioritas di Indonesia, khususnya perhatian terbesar diberikan pada kelompok perempuan dan penyandang disabilitas. Salah satu provinsi prioritas dimaksud yakni Jawa Tengah.

USAID – Mitra Kunci bermaksud meningkatkan kapasitas pelaksana Proyek SINERGI dan para mitranya dalam rangka pengembangan kerangka kerjasama yang erat dengan pihak pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi sosial kemasyarakatan, dan dunia usaha guna mencapai tujuan proyek SINERGI. Oleh karena itu, USAID – Mitra Kunci akan memfokuskan pada pemberian pendampingan dan asistensi teknis kepada pelaksana proyek SINERGI untuk merancang dan melakukan uji coba model koordinasi pembangunan ketenagakerjaan inklusif, termasuk untuk menilai keberhasilan dan dampak perubahan, proses replikasi serta rencana pengembangan (scale-up plan) bagi keberhasilan proyek SINERGI di masa mendatang.

Roni menjelaskan, bahwa USAID sebagai ‘pendonor’ SINERGI membuka peluang bagi 16.000 pemuda usia 18-35 tahun mengakses informasi lapangan pekerjaan industri manufaktur (seperti tekstil, garmen, alas kaki) dan retail (Alfamart) untuk menciptakan pasar kerja yang menjanjikan bagi pertumbuhan ekonomi, namun memberi kesempatan pemuda berwirausaha. Selain itu, SINERGI menugaskan LKS-BMh merekrut calon fasilitator penerima manfaat SINERGI dari Organisasi Masyarakat Pemuda (OKP) dan komunitas sosial kemanusiaan serta meliputi 10 perempuan dan 2 disabilitas di dalamnya.

“Kami berusaha bertanggungjawab atas amanah yang diberikan kepada kami dengan cara lebih meningkatkan kualitas internal agar menjadi teladan bagi OKP lainnya, sehingga ketika proses rekrutmen calon fasilitator dapat berjalan efektif dan efisien,” jawab Nur Zaenab, Ketua LKS-BMh.

Setelah fasilitator ditetapkan dari hasil seleksi, bertugas memberikan motivasi, penjangkauan, dan pendampingan untuk peserta dampingan SINERGI. Mereka juga bisa merekomendasikan usulan saat rapat agar ditindaklanjuti, atau melengkapi kebutuhan jurnal maupun penelitian.

Komentar

Posting Komentar