Perjalanan Bersama LKS-BMh

           Sebelum kita membahas lebih dalam tentang LKS-BMh, terlebih dahulu kita harus megenal apa itu LKS. Pertanyaan yang paling mendasar adalah Apa itu LKS ?? Awalnya saya kira dulu LKS itu adalah buku pembelajaran pas waktu kita SD, SMP. Nah, setelah saya bertanya pada teman-teman yang mengikuti dan mengenalkan saya pada LKS, ternyata LKS itu adalah kepanjangan dari Lembaga Kesejahteraan Sosial. Saya masih ingat betul pengalaman pertama ketika ikut LKS itu pas waktu makrab. Jujur awalnya saya merasa canggung, wajahnya asing-asing semua dan ternyata anggotanya kebanyakan sudah semester tua. Akan tetapi, setelah saya membuka obrolan kepada mereka, ternyata orangnya asik-asik dan gampang akrab. Mereka tidak pernah merasa angkuh walaupun sudah senior, sehingga kami bisa ngobrol santai layaknya teman seumuran.

          Menurut saya, organisasi LKS-BMh ini berbeda dengan organisasi yang lain. Karena dalam organisasi ini tidak mengenal senior dan junior, semua dianggap setara. Hari terakhir makrab, kami melaksakan kerja bakti bersama masyarakat sekitar yaitu membuat jalan di area sungai yang kata masyarakat sekitar, akan dijadikan tempat wisata. Akhirnyasaya merasa nyaman di dalam organisasi ini, sehingga saya mempunyai tekad yang kuat untuk berkomitmen membantu dan berproses semampu diri saya agar bisa menjadi mahasiswa yang lebih peka terhadap masalah sosial. Kebanyakan kegiatan yang dilaksanakan di lembaga ini, memberikan dampak yang nyata contohnya pendampingan disabilitas sekaligus mengupayakan adanya bantuan kursi roda, tongkat, alat bantu dengar, dan sebagainya. Tentu saja semua berkat doa dan usaha dari semua anggota LKS dan bantuan dari dinsos jateng. Jujur saya merasa bangga dan bahagia karena bisa berproses di dalam LKS. Karena berkat organisasi ini, kepekaan saya terhadap lingkungan sekitar, terlebih dalam masalah sosial menjadi bertambah. Sehingga menjadikan diri saya lebih berguna dan bermanfaat bagi masyarakat.




Penulis: Agung MPI

Editor: Cak Noer


Komentar