Dalam suatu kehidupan seseorang tentu
mempunyai suatu impian, baik itu impian bersifat kecil maupun besar. Tanpa kita
sadari apa yang kita lakukan setiap hari terdapat sebuah keinginan dan semakin
lama keinginan tersebut semakin menjadi besar dan bisa disebut dengan “mimpi
atau impian”. Manusia memang tidak dilarang untuk memiliki sebuah keinginan,
namun apakah kita mengizinkan diri ini untuk selalu yakin mewujudkannya? Pertanyaan
itu juga pernah ku alami sejak dulu hingga saat ini. Kawan-kawanku, berbicara
soal mimpi atau impian kita, janganlah membuat diri kita takut untuk terus
bermimpi terhadap hal apapun, takut melangkah atau bahkan merasa tak pantas
untuk mendapatkannya, buanglah semua pemikiran tersebut dan ingatlah bahwa kita
masih memiliki Tuhan yang Maha Esa dan juga ketahuilah bahwasannya Tuhan yang
Maha Esa tahu apa yang kita inginkan, tetapi semua itu juga kembali kepada
kepercayaan masing-masing seberapa dirinya kuat dan percaya atas kuasa Tuhan
yang akan memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakannya.
Berbicara mengenai persoalan diatas, saya
mempunyai suatu pengalaman yang pernah terjadi dan dari sekian banyak pengalaman tersebut juga ada yang berasal
dari impian saya atau bahkan hanya sekedar keinginan belaka. Waktu itu ketika
saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD/MI) saya sering menjadi Protokol
atau sekarang bisa disebut dengan MC, memang saya sangat menyukai hal ini dan
orang-orang di sekeliling saya pun sering memberikan kesempatan itu kepada
saya, seperti ketika memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjadi protocol
dalam upacara rutinan, upacara resmi dalam Peringatan Hari Nasional,
Event-event sekolah, maupun acara diluar semua itu. Tentu saja saya merasa
senang karena berawal dari hoby saya bisa menyalurkannya dan dapat memberi
manfaat kepada lingkungan saya. Perjalanan masih sama dengan rutinitas yang
sama, pada suatu ketika saya menjadi
seorang MC di acara yang diadakan oleh
kecamatan dan dihadiri oleh Bapak Bupati Batang
dan tentu meninggalkan rasa
berkesan bagi saya yang masih duduk di bangku SLTP. Dan dari kejadian tersebut,
muncul keinginanku selanjutnya yaitu ingin suatu saat kegiatan ini bisa dihadiri
langsung oleh Gubernur jawa tengah, saya memang tak malu atau ragu pada diri
saya, dan tak lupa berdoa kepada Tuhan atas apa yang saya inginkan. Waktu
semakin berjalan dan keinginan itu berubah menjadi Impian.
Waktu berjalan begitu cepat hingga saat saya
duduk di bangku kuliah semester 5 dan saat itulah saya mulai aktif mengikuti
kegiatan yang terprogram di Lembaga Kesejahteraan Sosial Berbasis Mahasiswa
(LKS-BMh) UIN Walisongo. Dan suatu ketika LKS-BMh dapat kesempatan bekerjasama
dengan Proyek dari United States
for Internatioal Development (USAID) dari Amerika atas usulan dari Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Hingga akhirnya pada suatu ketika, ketua
dari LKS-BMh yaitu saudari Nur Zaenab tiba-tiba menawari saya untuk menjadi MC
dalam event Pembukaan Program Ketenagakerjaan Inklusif dari USAID yang
bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Acara tersebut dilaksanakan
di Gedung Grandhika, Kantor Gubernur
Provinsi Jawa Tengah, tepat di bulan September 2018. Tanpa ragu di awal dengan
ditawari menjadi MC, namun setelah membaca Rundown manual acaranya saya hampir
takut dan menyerah setelah tahu bahwa acara tersebut akan dihadiri oleh bapak
Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa tengah dan juga beberapa pimpinan dari
USAID dari Amerika. Gemetar, tidak yakin, putus asa, dan mental saya pun down
karena melihat formalnya acara itu. Lalu saya buka mata bahwa dulu pernah
mempunyai keinginan atas apa yang terjadi saat itu, akankah saya membuang begitu saja atas kebaikan Tuhan yang
telah mendengar doaku waktu itu? Tentu saya tidak boleh mengabaikan kesempatan
ini dan akhirnya dengan mantap saya menyanggupinya. Dari apa yang saya alami
tersebut dapat memberikan pelajaran bahwa Tuhan Maha Baik serta selalu
mendengar kepada hambanya yang benar-benar tulus dan khusyu’ ketika berharap
sesuatu kepada-Nya. Dan yakinlah bahwa Tuhan pasti akan memberikan apa yang
terbaik untuk kita yaitu dengan cara memberikan kesempatan yang sama seperti
dengan impian kita meskipun dengan tingkat presentase yang berbeda.
Saya ucapkan terima kasih kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Berbasis Mahasiswa (LKS-BMh) UIN Walisongo yang telah menjadi wadah bagi saya untuk selalu belajar dan terkhusus juga untuk ketua lembaga ini Saudari Nur Zaenab yang telah memberikan kepercayaan kepada saya. Oleh karena itu ketika kita sudah sadar atas terwujudnya impian kita di depan mata, maka saat itulah kita diberi dua pilihan yaitu melangkah maju atau mundur. Semua itu berada ditangan kita sendiri, tetaplah untuk selalu belajar. Terimakasih!
Penulis: Eviyatul Liana
Editor: Cak Noer


Komentar
Posting Komentar